Bali, potal nasional – Hujan deras sejak Selasa (9/9/2025) hingga hari ini Rabu (10/9/2025) membuat beberapa daerah di Bali mengalami banjir dasyat.
Pakar klimatologi dan perubahan iklim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin mengungkapkan penyebab fenomena tersebut. Berdasarkan data yang dia miliki, total hujan di wilayah Sanur selama 24 jam sejak kemarin mencapai 216 mm. Ini telah masuk ke dalam hujan ekstrem.
Salah satu penyebabnya adalah anomali sirkulasi atau Badai Vortex 93S. Menurutnya, badai telah terbentuk sejak Dasarian II bulan September ini dan dikonfirmasi dari temuan Kamajaya milik BRIN.
“Itu berhubungan dengan aktivitas gelombang Roseby. Roseby ini yang sebenarnya berpengaruh besar terhadap penjalaran uap air dari Samudera Hindia ke wilayah Jawa, Bali, dan seterusnya di selatan. Sumatera termasuk yang pertama kali ke Sumatera juga hujannya,” kata Erma.
Erma mengatakan penjalaran uap air tidak akan terjadi jika yang muncul hanya Badai Vortex 93S. Dengan adanya Roseby menyebabkan penjalaran terjadi dari Barat ke Timur.
Untuk Bali, hujan terjadi dari Samudera Hindia bagian Selatan. Terdapat pembentukan awan di Bali bagian selatan dari siang hari dan berubah menjadi deep contactive cumulonimbus.
“Jadi ada ada pembentukan awan cumulonimbus di sekitar pukul jam 5 sore. Itu sebenarnya berasal atau disuplai dari laut laut Bali masuk ke darat, berubah menjadi pembentukan awan, ini adalah pelembaban dari laut ya,” ungkap Erma.
Angin Moonson Australia yang tengah menguat juga menyebabkan awan-awan bergerak. Sementara di sisi lain, kelembapan atmosfer telah tinggi akibat efek penjalaran Rossby.
“Jadi ini semua ada dua penyebab, yang pertama tadi adalah gangguan di samudera Hindia, dan yang kedua adalah angin monsoon serta pembentukan sel awan contactive yang bermigrasi atau terbentuk dari laut menuju ke darat, dari laut Bali menuju ke darat,” tutur Erma.
“Darat itu memang daerah di selatan Bali ini yang membentuk awan contactive tadi, yang menimbulkan hujan deras,” terang Erna.
Terjadinya hujan lebat yang mengakibatkan banjir di beberapa daerah di Bali, mengakibatkan sebagian akses jalan terputus. Banjir juga menyebabkan sejumlah sarana publik rusak. Luapan air juga merendam rumah dan bangunan lainnya.

