Aksi Unjuk Rasa Prancis Memanas

Portal Nasional – Kerusuhan mengguncang Prancis. Ribuan demonstran turun kejalan memprotes kebijakan penghematan anggaran, krisis politik yang terus memburuk dan pergantian Perdana Menteri François Bayrou yang kontroversial.

Aksi massa yang menamakan diri Block Everything ini menargetkan fasilitas publik termasuk akses jalan utama menuju ibu kota.

Menghadapi aksi demo, pemerintah pun mengerahkan 80.000 polisi di seluruh Prancis untuk mengendalikan situasi.

Hingga kini puluhan orang telah ditangkap di berbagai kota termasuk Nantes, Onpelie, dan juga Rens di situasi diperkirakan masih akan memanas dalam beberapa hari ke depan.

Perancis diguncang aksi protes pada Rabu kemarin (10/9/2025) setelah Perdana Menteri François Bayrou digulingkan melalui mosi tidak percaya di parlemen.

Bayrou digulingkan setelah gelombang
ketidakpuasan publik atas kebijakan pemangkasan anggaran dan krisis politik yang berkepanjangan.

Kerusuhan meluas di pusat kota Paris ketika para pengunjuk rasa memblokir jalan, membangun barikade, dan menyalakan petasan. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Kementerian Dalam Negeri Prancis melaporkan sedikitnya 295 orang ditangkap hanya dalam beberapa jam pertama setelah kericuhan pecah.

Penggulingan François Bayrou, membuat pemerintahan Perancis collaps.

Bairu sebelumnya mengajukan mosi
kepercayaan demi mendapatkan dukungan
parlemen atas rencananya menekan defisit
yang hampir dua kali lipat dari batas 3%
Uni Eropa.

Tak hanya itu, ia juga mempertimbangkan utang publik yang kini setara 114% PDB negara. Namun usulan Bairu itu ditolak
mentah-mentah oleh oposisi.

Oposisi Prancis menolak proposal penghematan anggaran senilai 44 miliar euro dalam di anggaran tahun 2026 dengan alasan Prancis segera menghadapi Pemilu Presiden 2027.

Dalam pemungutan suara, sebanyak 364
anggota parlemen menolak Bairu dan juga
kabinet minoritasnya. Sementara 194 lainnya menyatakan dukungan.

Presiden Perancis Emmanuel Macron pun
menunjuk Menteri Pertahanan Sebastian
Lecornu sebagai Perdana Menteri Baru
menggantikan François Bayrou sehari setelah François Bayrou, mengajukan pengunduran diri pada 8 September 2025.