Dinas Pendidikan Jawa Timur Lakukan MONEV program double track SMA

Kadindik Jatim dan Kabid SMA Dindik Jatim, foto bareng dengan peserta monev (dok.dindik jatim)

Surabaya, portal nasional – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai didampingi Suhartatik (Kepala Bidang (Kabid) SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur), melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program double track SMA bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan sejumlah sekolah pelaksana di wilayah setempat agar tetap relevan sesuai kebutuhan zaman.

Dalam monev yang diikuti oleh 12 SMA pelaksana program, yakni SMAN 1 Rejotangan, SMAN 1 Kalidawir, SMAN 1 Campurdarat, SMAN 1 Karangan, SMAN 2 Karangan, SMAN 1 Tugu, SMAN 1 Bendungan, SMAN 1 Pule, SMAN 1 Dongko, SMAN 1 Panggul, SMAN 1 Munjungan, dan SMAN 1 Kampak.

“Program ini hadir sebagai solusi bagi lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah dan memilih bekerja atau berwirausaha,” kata Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Aries menjelaskan dalam program double track terdapat tiga nilai strategis yang menjadi kunci utama, yakni penguatan kewirausahaan, pembekalan life skill abad 21 yang meliputi keterampilan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta problem solving, dan penguatan karakter serta kemandirian.

Dalam program tersebut, keterampilan yang paling dominan diajarkan pada murid adalah multimedia, teknik listrik, teknik elektro, tata boga, tata busana, kecantikan, dan teknik kendaraan ringan.

Menurut Aries, keterampilan itu tidak hanya menyiapkan lulusan diterima pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI), tetapi juga membekali murid untuk berwirausaha.

“Menumbuhkan entrepreneurship, agar mereka bisa tangguh dalam pasar industri. Keterampilan yang sifatnya jasa, akan lebih dibutuhkan pasar. Misalnya tata boga, ini berkaitan dengan makanan. Tidak butuh dana banyak, mereka bisa membuka usaha di rumah bahkan bisa merekrut masyarakat sekitar jika pesanan banyak. Ini tentu juga membuka lapangan usaha bagi orang lain,” jelas Aries.

Untuk memastikan program sesuai harapan, Aries menekankan pentingnya kolaborasi, seperti dengan ITS dalam menyiapkan kurikulum, pelatihan guru, serta pendampingan sekolah.