Jakarta, portal nasional – Penggabungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencuat setelah Erick Thohir dari Menteri BUMN digeser ke Menpora dan mengarah pada wacana Kementerian BUMN akan dihapus.
Selayaknya Kementerian BUMN dihapus karena selama ini perusahaan – perusahaan BUMN yang dinaungi Kementerian BUMN selalu merugikan negara yang berdampak pada rakyat Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa ada peluang adanya penggabungan dan wacana itu masih tengah dikaji.
“Ada kemungkinan. Tapi memang masih dalam proses kajian dan diskusi,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks lstana Kepresidenan Jakarta.
Prasetyo menyampaikan ada banyak
pertimbangan soal realisasi wacana tersebut.
Prasetyo Hadi mengungkap, sebagian besar proses pembinaan hingga manajemen perbaikan perusahaan – perusahaan BUMN telah dialihkan ke Danantara.
“Ya, karena kalau pertimbangannya banyak ya. Tapi salah satunya kan karena kemudian proses pelaksanaan pembinaan, manajemen perbaikan itu sekarang kan sedang dikerjakan teman-teman di Danantara,” ujar dia.
Untuk diketahui, Danantara Indonesia adalah Badan Pengelolaan dana investasi pemerintah yang didirikan oleh pemerintah Indonesia secara langsung yang berfungsi untuk mengonsolidasi dan mengoptimalisasi investasi pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Lembaga ini siap mengelola aset lebih dari US$ 900 miliar.
Nama ”Daya Anagata Nusantara” diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto “Daya” berarti energi, “Anagata” berarti masa depan, dan “Nusantara” merujuk pada Indonesia, sehingga secara keseluruhan mencerminkan energi danpotensi dari Indonesia di masa depan.
Badan ini terutama beroperasi melalui dua perusahaan Induk, yakni Biro Klasifikasi Indonesia sebagai holding operasional dan Indonesia Investment Authority sebagai holding investasi.
Daftar BUMN Anggota Danantara
1.PT.Danareksa Indonesia (Persero)
Seluruh saham Seri B milik negara dialihkan sebagai tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BKI sebanyak 18.332.899 lembar saham dengan nilai Rp 18,33 triliun.
2. PT.Garuda Indonesia (Persero) Tbk
Saham seri B 15.670.777.620 lembar dan saham Seri C 43.367.346.782 lembar. Totalnya 59.038.124.402 lembar saham atau 64,53% dari seluruh saham yang disetor penuh perseroan milik negara.
3. PT.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Saham Seri B dan Seri C sejumlah 22.378.387.749 lembar saham atau setara dengan 60% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan milik negara.
4. PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk
Saham Seri B sebesar 48.533.333.333 lembar saham atau 52% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan.
5. PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 80.610.976.875 lembar saham atau 53,19% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan.
6. PT.Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Saham Seri B senilai 8.420.666.647 lembar saham atau sebesar 60% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan.
7. PT.Semen Indonesia (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 3.457.023.004 lembar saham atau 51,20% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan milik negara.
8. PT.Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 51.602.353.559 lembar saham atau setara 52,09% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan milik negara.
9. PT.Jasa Marga (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 5.080.509.839 lembar saham atau 70% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan.
10. PT.Waskita Karya (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 21.705.633.362 lembar saham atau sebesar 75,35% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan.
11. PT.Wijaya Karya (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 36.291.702.780 lembar saham atau sebesar 91,01% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan.
12. PT.Adhi Karya (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 5.408.773.791 lembar saham atau 64,33% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan milik negara.
13. PT.Krakatau Steel (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 15.477.117.519 lembar saham atau 80% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh perseroan milik negara.
14. PT.PP (Persero) Tbk
Saham Seri B sebanyak 3.161.947.835 lembar saham atau 51% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam perseroan.

