Jakarta, portal nasional – Meski pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan menurunkan harga BBM, Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral membuat gebrakan radikal dengan membuat kebijakan impor BBM nasional hanya bisa dilakukan oleh Pertamina.
Bahlil lupa kapasitas kilang dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan, Indonesia masih harus mengimpor minyak dan BBM untuk memenuhi kekurangan pasokan.
Namun istana akan mengkaji kebijakan impor BBM nasional satu pintu dari Pertamina. Hal itu merespon soal dampak kelangkaan BBM di SPBU swasta.
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari meminta waktu untuk mengkaji soal polemik kebijakan impor BBM nasional.
Menurutnya, kajian KSP (Kantor Staff Presiden) nanti bisa memberikan masukan atau evaluasi terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM.
KSP juga menyebut dampak kelangkaan BBM di SPBU swasta adalah masalah sosial dari kebijakan baik yang ingin diterapkan.
Namun KSP akan mengidentifikasi masalah yang ditimbulkan dari kebijakan impor BBM satu pintu. Diharapkan kajian KSP dapat menyelesaikan dampak yang terjadi. Dan ini juga isu relatif apa ee baru ya muncul di media.
“Kita mau kaji ya. muncul di media. Kita mau kaji ya. Mudah-mudahan nanti kajian- kajian dari ee KSP ini bisa ya menjadi anulah masukan bila perlu pembanding sehingga ee kadang-kadang begini, kebijakan itu berasal dan lahir dari suatu niat baik. Tetapi karena ini masalah sosial yang kompleks, aktornya banyak, kadang-kadang ada implikasi-implikasi tertentu yang kurang diinginkan. Istilahnya itu kalau kita bawa mobil itu blind spot lah, kira-kira begitu. Karena mudah-mudahan kita akan membangun suatu mekanisme dimana blind spot-blind spot itu bisa diidentifikasi dari awal,” jelas Mohammad Qodary, Kepala Staff Presiden.
Diketahui, Kebutuhan konsumsi BBM Indonesia secara total pada tahun 2023 mencapai 505 juta barel, yang jika dibagi rata-rata per hari adalah sekitar 1,38 juta barel per hari (505 juta barel / 365 hari). Namun, jumlah ini dapat bervariasi dan angka sebelumnya pernah mencapai 1,6 juta barel per hari pada tahun 2016 dan 1,06 juta barel per hari pada 2020 karena pandemi.
Rincian Konsumsi BBM pada tahun 2023:
Total konsumsi: 505 juta barel.
Sektor yang paling banyak mengonsumsi adalah industri (34%), ketenagalistrikan (8%), dan aviasi (6%).
Mengapa Kebutuhan BBM Tinggi:
Pertumbuhan ekonomi:
Populasi yang terus bertambah, kelas menengah yang berkembang, dan ekonomi yang tumbuh membuat permintaan bahan bakar terus meningkat.
Ketergantungan Impor:
Karena kapasitas kilang dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan, Indonesia masih harus mengimpor minyak dan BBM untuk memenuhi kekurangan pasokan.

