WAMI, Kumpulan Musisi/Non Musisi Yang Sepi “JOB” Bikin Gaduh Musik Di Indonesia

Jakarta, portal nasional – Polemik Ari Lasso dan WAMi berawal ketika unggah bukti transfer royalti yang salah ke nomor rekening orang lain.

Permasalahan itu berlanjut hingga Ari Lasso mengajak musisi maupun kreator mengajukan petisi audit WAMI. WAMI pun menjawab dengan mengadakan konferensi pers pada Selasa lalu (19/8/2025).

Ari Lasso menyatakan akan mentransfer kembali royalti yang ia terima ke Wahana Musik Indonesia (WAMI) sebagai Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).  Keputusan tersebut ia ambil karena ingin mendapatkan rezeki dengan hasil kerja keras diri sendiri, bukan hasil kerja orang lain.

“DAN UANG YANG SAYA TERIMA AKAN SAYA TRANSFER BALIK KE @wami.id, saya tidak mau memberi makan anak-anak saya dari hasil keringat temen musisi lain,” tulisnya dalam unggahan terbaru, dikutip pada Kamis (21/8/2025).

Sebelum menyampaikan keputusan tersebut, ia sempat bercerita tentang proses penarikan royalti dari sebuah event yang ia samarkan namanya menjadi Sonelin di tahun 2015.

Ari Lasso menjelaskan ada perwakilan lembaga yang ia sebut sebagai WAMI yang menagihnya sebagai penyelenggara untuk membayar royalti tetapi ditolak.  Pasalnya, segala bentuk pembayaran royalti sudah termasuk di dalam kontrak fee.

Namun pihak WAMI tetap menagihnya meski band atau penyanyi yang terlibat dalam event tersebut membawakan lagu ciptaan sendiri.

“Oh kalo gitu aku kirim list manggungku yaa dari Januari – September, tagihin ke EO/promotornya, kalo berhasil, aku komit bayar kewajibanku sebagai penyelenggara Soneline,” tulis tegas Ari Lasso.

Kekecewaan atas proses penagihan hingga penghitungan royalti yang tidak transparan tersebut membuat Ari Lasso memilih untuk mengembalikan hak yang ia dapat ke WAMI.

“Atau saya sumbangkan ke YAYASAN KANKER INDONESIA. Gimana? Saya nurut temen-temen aja,” imbuhnya.

Ari Lasso juga menyatakan akan menyudahi unggahan konfliknya dengan WAMi yang selama ini ia lakukan melalui Instagram.  Ia juga menolak undangan dari stasiun televisi maupun podcast yang ingin membahas hal tersebut

“Saya tidak mencari panggung besar. Saya hanya menulis ‘case saya’ yang PUJI TUHAN punya DAMPAK BESAR. Sumbangan kecil saya industri,” tulisnya.

Untuk diketahui, Susunan pengurus WAMI pertengahan tahun 2025 mencakup Adi Adrian sebagai Presiden Direktur, Suseno Adi Prasetyo sebagai Direktur Pelaksana, dan Gemala Hayaty juga aktif dalam manajemen WAMI. Selain itu, ada juga peran Tere sebagai Ketua Badan Pengawas.

Bisa dipastikan, pengurus dan anggota WAMI adalah paara musisi sepi “job” dan juga bukan musisi ternama di Indonesia.