Labuan Bajo, NTT, portal nasional – Enam siswa SMP Negeri Satu Atap (Satap) Kokor, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, harus harus menempuh jarak 75 km ke Labuan Bajo untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Sebab, wilayah asal ke 6 siswa tersebut belum terjangkau jaringan internet.
Kepala SMPN Satu Atap Kokor, Yohanes Mansur, menuturkan siswa-siswi yang mengikuti ANBK berangkat ke Labuan Bajo satu hari sebelum jadwal Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan menggunakan mobil pikup menuju ibu kota Kabupaten Manggarai Barat tersebut.
“Saya merasa bangga melihat anak didik saya selalu tersenyum dalam perjalanan,” kata Yohanes.
Pihak sekolah hanya bisa melatih siswa mengoperasikan enam unit laptop bantuan pemerintah tanpa bisa melakukan simulasi ujian online.
“Kami hanya melatih cara operasi laptop agar pas pelaksanaan anak-anak tidak kaku,” terang Yohanes.
Yohanes menambahkan, untuk kebutuhan makanan di Labuan Bajo selama 2 hari, pihak sekolah mendapat dukungan dari para orangtua murid berupa bahan makanan seperti beras, sayur-mayur dan kayu bakar.
Sementara, untuk biaya operasional perjalanan menjadi tanggung jawab Yohanes sebagai pimpinan sekolah.
“Meski dengan segala keterbatasan, pelaksanaan asesmen bagi enak siswa dari sekolah kami berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Yohanes.

