Jakarta, portal nasional – Pasca memeriksa 3 orang di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Penyidik KPK rupanya belum selesai.
Tahap berikutnya adalah puncak pejabat di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Kolaka Timur (RSUD Koltim), yakni Budi Gunawan Sadikin Menteri Kesehatan (Menkes).
Asep Guntur Rahayu Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK mengatakan, penyidikan pada kasus yang tengah ditangani oleh KPK, dilakukan dengan metode bottom up (bawah ke atas).
Dimana KPK tengah mendalami aliran uang suap Rp 1,5 miliar yang diterima Hendrik Permana Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenkes yang sudah ditetapkan tersangka.
“Kami menduga bahwa uang tersebut juga dialirkan ke beberapa pihak,” kata Asep. “Tapi masih kami dalami kepada siapa, kapan dan di mana uang tersebut dialirkan,” tambahnya.
Asep menjelaskan, dalam kasus korupsi pengadaan barang dan jasa maupun proyek pemerintah. Aliran uang dan alur perintah menjadi indikator utama yang ditelusuri penyidik KPK.
Dan sangat jarang sekali uang suap langsung diterima para pimpinan. Akan tetapi mengalir dari bawah lebih dahulu. “Dari bawah dulu, dari para penerima, para pegawai ASN, kemudian naik ke Direktur Jenderal (Dirjen) dan lain-lain,” urainya.

