Jakarta, portal nasional – Hal yang mengejutkan melihat ekspresi pada Namik S Deyang Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik & Investigasi.
Nanik menyampaikan permintaan maaf pada masyarakat atas nama BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Karena banyaknya korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bebetapa daerah. “Lalu yang paling penting dari hati saya yang terdalam,” kata Nanik.
“Saya seorang ibu,” ungkapnya. “Melihat gambar-gambar di video, sedih hati saya,” tambahnya. “Kalau anak saya panas saja, saya sudah stress bukan main, apalagi ini melihat anak-anak sampai digotong ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), ke posko,” tuturnya.
“Padahal niat kami, nawaitu kami, nawaitu Presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya agar mereka menjadi generasi emas,” jelasnya.
Masih kata Nanik, BGN akan bertanggungjawab atas kasus keracunan tersebut. “Kami punya maksud agar anak-anak Indonesia mempunyai keadilan dalam pemenuhan gizi,” paparnya.
“Tapi tidak kami duga ternyata saat ini luar biasa, masalah yang terjadi, itu sebabnya saya tidak pernah akan mau menyebut angka atau apapun yang terjadi karena ini bukan masalah angka,” ulasnya.
“1 nyawa pun, 1 anak pun sakit, itu adalah menjadi tanggung jawab kami, adalah kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total,” pungkas Nanik.

