Jakarta, portal nasional – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah rupanya tidak berjalan dengan semestinya, selalu ada yang mau bermain di program tersebut.
Hal itu disampaikan Nanik S Deyang Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (Waket BGN). Ia dengan tegas telah menolak adanya intervensi politik berupa meminta jatah dapur MBG tersebut.
“Serius, jangan main-main sama urusan kesehatan anak,” kata Namik. “Ini program kasihan, banyak anak-anak tidak bisa makan, kita mau kasih makan malah rebutan,” tambahnya.
“Ini ada yang WA saya, saya jawab kamu politikus, bukannya bantu saya, bagaimana mengkomunikasikan soal keracunan, malah minta dapur, saya langsung block, enak saja kamu ngurusin dapur,” ungkap Nanik.
Keseriusan BGN akan menutup dapur MBG yang terbukti melanggar aturan, meski dimiliki pejabat ataupun tokoh masyarakat yang berpengaruh.
“Mau punyanya jenderal, mau punyanya siapa, kalau melanggar, akan saya tutup saya tidak peduli. karena ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.
Masih kata Nanik, saat ini sudah ada dapur-dapur yang diduga tidak menjalankan Standar Operasional (SOP). “Ada 45 dapur kami yang ternyata tidak menjalankan SOP, dan menjadi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan,” tuturnya.
Tidak hanya itu, BGN juga mengeluarkan surat resmi yang ditujukan pada seluruh mitra dapur MBG. Dengan waktu tenggang 1 bulan. Untuk melengkapi 3 sertifikasi penting, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal juga sertifikat penggunaan air layak konsumsi.

