Cirebon, portal nasional – Ojek online (ojol) dan masyarakat sipil berkumpul di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRD Kab) Cirebon dan ricuh.
Semua itu berawal dari meninggalnya Alfian driver ojol di Jakarta. Dalam orasinnya mereka menuntut keadilan. Setelah orasi, massa mendekati pagar gedung dewan, namun ditahan oleh aparat kepolisian.
Dikarena ditahan pada alhirnya lemparan benda keras meluncur ke aparat kepolisian. Tidak begitu lama, massa berhasil masuk ke gedung dewan.
Berdasar pantauan, massa masuk ke ruang paripurna. Mereka merusak semua yang ada di ruangan tersebut. Bahkan diluar gedung, kaca-kaca gedung dihancurkan.
Tidak lama kemudian, api muncul tumpukan kursi serta kertas dokumen yang dibakar, hingga api menjadi besar. Walau api berhasil dipadamkan, tetapi kondisi gedung dewan sudah rusak parah.

