
Sofifi, Malut, portal nasional – Abubakar Abdullah bergerak cepat meski pada saat itu sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara melakukan terobosan-terobosan nyata demi mewujudkan sistem pendidikan yang merata, gratis, dan berkeadilan.
Salah satu misi utama yang dijalankan adalah menggratiskan biaya pendidikan, selaras dengan visi-misi Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menegaskan komitmennya, dalam meningkatkan akses pendidikan dengan merealisasikan program pendidikan gratis mulai April 2025.
Program itu menjadi salah satu prioritas utama Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dalam memastikan seluruh siswa di sekolah negeri mendapatkan hak pendidikan tanpa hambatan biaya.
“Saya meyakini slogan “Sekolah Tanpa Beban, Belajar dengan Tenang” benar-benar menjadi wajah baru pendidikan di Maluku Utara,” kata Abubakar yang sekarang sudah menjadi Kadis Dikbud (definitif) Provinsi Maluku Utara
Abubakar menyampaikan, bahwa besaran bantuan yang diterima masing-masing klaster berbeda, mengingat siswa SMK memerlukan biaya tambahan untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Perbedaan ini disebabkan kebutuhan khusus di SMK yang tidak ada di SMA dan SLB. Oleh karena itu, alokasi anggaran juga disesuaikan agar program ini benar-benar memberikan manfaat optimal bagi setiap siswa,” kata Abubakar.
Abubakar menyatakan, gubernur telah memberikan persetujuan penuh atas pelaksanaan program pendidikan gratis.
Dinas Pendidikan tengah menyusun regulasi pendukung agar program dapat berjalan dengan mekanisme yang transparan dan tepat sasaran.
“Kami melakukan koordinasi dengan Biro Hukum untuk menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) Pendidikan Gratis serta pedoman teknis penyaluran Bosda,” katanya.
“Regulasi ini akan mengatur secara detail penerima manfaat, komponen pembiayaan, mekanisme penyaluran, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran,” terang Abubakar.
“Pendidikan Gratis adalah hak bagi setiap siswa di Maluku Utara. Kami memastikan program ini akan berjalan transparan dan tepat sasaran, sehingga meringankan beban masyarakat,” tegas Abubakar.
Dengan adanya program pendidikan gratis ini, Abubakar berharap dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta meringankan beban ekonomi orang tua dalam membiayai sekolah anak-anak mereka.
“Ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi bagi masa depan Maluku Utara. Dengan pendidikan yang lebih terjangkau dan berkualitas, kita berharap generasi muda Maluku Utara dapat lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” terang Abubakar.

