Jakarta, portal nasional – Penculikan dan pembunuhan yang terjadi terhadap Kacabpem BRI Cempaka Putih semakin jelas. Pihak kepolisian berhasil menangkap 15 pelaku dan salah satunya diduga sebagai oknum aparat.
Kasus ini akan diungkap secara tuntas, profesional, akuntabel, transparan berdasarkan SOP yang berlaku.
“Saat ini tim gabungan masih bekerja, yaitu rekan-rekan kami dari Subdit Resmob, kemudian Subdit Jatanras, dan di awal penanganan oleh rekan-rekan kami dari Pores Metro Jakarta Timur. Saat ini masih terus bekerja ya,” kata Kombes Pol Ade Ari, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Ada 15 orang yang diamankan, enam orang diamankan oleh Subdit Resmob dan sembilan orang lainnya diamankan oleh Subdit Jatan Ras.
“Jadi mohon waktu terhadap 15 orang ini
masih terus dilakukan pendalaman. Pemeriksaan itu dilakukan secara hati-hati, mendalam, menunjukkan barang bukti, mencocokkan setelah orang yang diamankan si A misalkan dicocokkan dengan keterangannya B, dicocokkan dengan keterangan C dan lain sebagainya. Sehingga ini membutuhkan waktu. kami harus hati-hati, kami harus,” ungkap Ade.
Pihak kepolisian masih melakukan penyidikan terhadap DH, pelaku yang ditangkap di Solo apakah motivator atau pengusaha.
“Nanti kami pastikan dan belum ada info dari tim. Peran masing-masing dari 15 pelaku yang tertangkap masih didalami untuk dipastikan secara pasti sehingga bisa disimpulkan dari 15 ini perannya masing-masing apa,” jelas Ade
Menurut Ade, pengacara dari empat orang penculik yang ditangkap duluan datang di Polda Metro Jaya dan menyampaikan bahwa ada ketakutan yang mereka rasakan sampai mereka meminta perlindungan kepada Kapolri maupun Panglima.
“Nanti kami cek ke penyidik ya. Mohon waktu,” terang Ade.
Ade melanjutkan hal itu merupakan bagian informasi, sekecil apapun ditampung oleh penyelidik, kemudian dilakukan pendalaman.
Terkait peristiwa tersebut, penyelidik masih membuka membuka ruang bagi siapapun yang memiliki informasi untuk memberikan info tersebut kepada pihak kepolisian guna ditindaklanjuti.

