Wali Kota Solo Janji Minimalisir Gangguan Misa Gereja

Wali Kota Solo, Respati Ardi

Solo, portal nasional – Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengumumkan rencananya untuk mengurangi kegiatan atau event yang diselenggarakan di Balai Kota Solo, Jawa Tengah.

Keputusan ini diambil setelah adanya keluhan dari jemaat Gereja Santo Antonius Padua, Purbayan, terkait gangguan yang ditimbulkan oleh suara keras dari event yang berlangsung di halaman Balai Kota.

Gereja Santo Antonius Purbayan terletak di sebelah utara bangunan pusat pemerintahan Kota Solo.

“Saya akan mengurangi kegiatan di Pendapi Balai Kota dan mengalihkan banyak di halaman Benteng Vastenburg dan Sriwedari,” kata Respati dalam konferensi pers.

Respati menjelaskan bahwa pengurangan event di Balai Kota bertujuan untuk tidak mengganggu ibadah jemaat Gereja Santo Antonius Purbayan.

“Kita rapikan, kita optimalkan Sriwedari dan Benteng Vastenburg, kita kurangi kegiatan di Pendapi Balai Kota. Karena misa setiap Sabtu dan Minggu, mereka ibadah rutin,” imbuhnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya pemerataan lokasi kegiatan. “Kita mulai kurangi (event di Balai Kota) biar merata. Jadi bisa di Vastenburg, bisa di Sriwedari,” ujarnya.

Respati menjelaskan bahwa pengurangan event di Balai Kota bertujuan untuk tidak mengganggu ibadah jemaat Gereja Santo Antonius Purbayan.

“Kita rapikan, kita optimalkan Sriwedari dan Benteng Vastenburg, kita kurangi kegiatan di Pendapi Balai Kota. Karena misa setiap Sabtu dan Minggu, mereka ibadah rutin,” imbuhnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya pemerataan lokasi kegiatan.

“Kita mulai kurangi (event di Balai Kota) biar merata. Jadi bisa di Vastenburg, bisa di Sriwedari,” ujarnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan, Walterus Teguh Santosa, mengungkapkan bahwa dua pekan terakhir ibadah gereja terganggu akibat suara keras dari sound system event di Balai Kota.

“Bukan mengkritik mengenai upacaranya atau 17 Agustus yang biasa di Sriwedari, tapi minggu lalu di sini ada blocking jalan yang tidak boleh masuk. Kemudian festival gamelan, suara umat yang ikut ibadah merasa terganggu,” katanya.

Walterus juga menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan jadwal ibadah gereja kepada Wali Kota Solo.

“Kami di Gereja St Antonius ada misa tujuh kali. Bukan karena rajin misa tujuh kali, memang umatnya beda-beda, sesuai kebiasaan masing-masing,” sambungnya.