Portal Nasional – Ungkapan “bumi nagih janji, danyang nagih utang” adalah peribahasa yang menggambarkan bahwa bumi tempat kita berpijak akan selalu menuntut pemenuhan janji atau amanah, seperti halnya manusia yang berutang akan menuntut pengembalian dari sang pemberi pinjaman. Peribahasa ini mengandung makna bahwa tidak ada yang akan luput dari tanggung jawab, baik itu janji yang diberikan kepada bumi atau utang yang belum terbayar kepada sesama.
Makna Peribahasa
Bumi Nagih Janji:
Maksudnya, alam (bumi) menyimpan bukti dari segala perbuatan dan janji manusia. Manusia tidak bisa lari dari akibat perbuatannya, dan bumi akan menjadi saksi sekaligus penentu dari segala keputusan dan tindakan yang telah diambil. Jika manusia melanggar janji atau amanah, maka ia akan menerima konsekuensinya.
Danyang Nagih Utang:
Maksudnya, manusia yang telah meminjamkan uang (memberi utang) memiliki hak untuk menagih kembali harta yang telah dipinjamkan. Ini menunjukkan bahwa hak atas pinjaman tersebut harus dikembalikan dan tidak boleh diabaikan begitu saja.
Pesan Utama
Peribahasa ini mengingatkan manusia agar selalu bertanggung jawab atas janji dan utang yang telah dibuat, baik kepada sesama manusia maupun kepada alam semesta.
(Sumber : https://share.google/lPcJR5KfjtsGxy2Zt)
Bumi Nagih Janji Danyang Nagih Utang ada yang menyebutnya memiliki simbol Angka 1231. Dan Angka 1231 ada yang mengartikannya sebagai Sejarah dunia adalah sejarah umat manusia di seluruh dunia, semua daerah di Bumi, dirunut dari era Paleolitikum (zaman batu tua).
Bumi Nagih Janji Danyang Nagih Utang bisa disebut JASMERAH = JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH (asal usul manusia)

