Surabaya, portal nasional – Beberapa waktu lalu Solidaritas Pemuda-Mahasiswa Merah Putih (SPM-MP) Jawa Timur melakukan aksi turun ke jalan dan menggelar orasi di depan Balai Kota Surabaya.
Mereka mengkritisi beberapa pos anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Tahun Anggaran (APBD TA) 2025 yang dinilai tidak wajar, bahkan sangat melukai hati masyarakat.
“Kami menemukan pos-pos belanja yang sangat sekali melukai hati masyarakat Kota Surabaya,” kata A Sholeh sebagai Koordinator Lapangan (Korlap).
“Ada anggaran makan dan minim (mamin) sampai Rp 6 miliar, sewa sound system, kipas angin, panggung,” tambahnya. “Bahkan sewa meja dan kursi dengan angka-angka fantastis,” ungkap Sholeh.
Berdasar temuan dari SPM-MP Jawa Timur dan sudah di telaah, tepatnya pada Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) 2025.
Di antaranya Belanja perjalanan Dinas Luar Negeri (DLN) mencapai Rp 8,633 miliar dengan tarif harian melebihi Standar Biaya Masukan Kementerian Keuangan (SBM Kemenkeu) Selisih tarif di beberapa negara seperti Denmark, Finlandia serta juga Swedia diperkirakan menimbulkan potensi kerugian yang mencapai nilanya puluhan miliar rupiah.
Berikutnya, belanja jamuan tamu dan makan lapangan dengan nilai lebih dari Rp 21 miliar, yang dinilai sangat tidak masuk akal bila dibandingkan dengan jumlah pejabat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di Surabaya.
Kemudian, belanja sewa peralatan seperti kipas angin, sound system, tenda, dan panggung dengan volume yang dinilai sangat tidak realistis.
Pengelolaan utang daerah sebesar Rp 513,86 miliar dengan bunga 13,7 persen dari bank daerah, jauh lebih tinggi dibandingkan bunga pinjaman lembaga BUMN SMI yang hanya 6,5 sampai dengan 7 persen.
“Dari plesiran pejabat hingga utang berbunga tinggi, semuanya mencerminkan pengkhianatan terhadap rakyat Surabaya,” paparnya. “Kami menuntut aparat penegak hukum segera bertindak,” tegasnya.
Usai menggelar aksi tersebut, SPM-MP bergerak menuju ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) untuk melaporkan hasil temuannya.

