Jakarta, portal nasional – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kesal lantaran sejak tahun 1998 Pertamina tidak menambah kilang baru meskipun dirinya sempat mengusulkan untuk membangun kilang minyak baru bekerjasama dengan pihak asing.
Namun usulan tersebut ditolak oleh Pertamina dan Pertamina sanggup membangun 7 kilang minyak baru dalam jangka waktu 5 tahun.
Sampai saat ini, Pertamina lewat anak usahanya, yaitu Kilang Pertamina Internasional, mengoperasikan enam kilang.
Kapasitas enam kilang milik Pertamina hanya bisa memenuhi 1,1 juta barel per hari dari konsumsi BBM 1,6 juta barel per hari dan Indonesia masih harus impor BBM dari negara lain.
Rinciannya: Refinery Unit di Dumai, Riau; Plaju, Sumatera Selatan; Cilacap, Jawa Tengah; Balikpapan, Kalimantan Timur; Balongan, Jawa Barat; dan Kasim, Sorong, Papua Barat. Total kapasitas kilang ini mencapai 1.100 M-BOPD yang berarti ribuan barel minyak per hari. Kami sederhanakan menjadi 1,1 juta barel minyak per hari.
Dengan kapasitas enam kilang terpasang, berapa konsumsi BBM per hari di Indonesia, dalam lima tahun terakhir, angkanya cenderung naik: tahun 2019 sebesar 1,58 juta barel per hari, turun sepanjang pandemi, kemudian naik kembali di tahun 2023 menjadi 1,6 juta barel per hari.
Inilah yang membuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merasa kesal oleh perilaku Pertamina di depan Komisi XI DPR.
Pengakuan Menkeu Purbaya dipastikan membuat “GERAH” Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan orang sekitarnya, karena tidak menutup kemungkinan ada bisnis “haram” yang selama ini dipermainkan.

