
Jakarta, portal nasional – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, juga menginginkan penyelesaian damai melalui itikad baik dengan Malaysia.
“Kita cari penyelesaian yang baik, yang damai, ada itikad baik dari dua pihak. Kita jangan, biasalah ada mungkin. Intinya kita mau penyelesaian yang baik,” kata Prabowo saat kunjungan ke Bandung pada Kamis (7/8/25)
Blok Ambalat merupakan milik Indonesia karena Malaysia tidak melakukan klaim atas tindakan Indonesia atas kegiatan penambangan dan eksploitasi di wilayah Blok Ambalat sejak Tahun 1960 hingga pasca keluarnya peta Malaysia tahun 1979 itu merupakan bukti pengakuan Malaysia terhadap wilayah tersebut.
Terjadi konflik antara Indonesia dengan Malaysia yang memperebutkan Blok Ambalat terjadi sejak tahun 2005 – 2009. Persengketaan ini diawali dengan adanya klaim Malaysia yang mengaku bahwa Ambalat merupakan bagian dari wilayah negaranya.
Indonesia-Malaysia belum mencapai kesepakatan soal perbatasan di wilayah itu. Pemerintah mengklaim Ambalat sepenuhnya milik RI. Sedangkan, Malaysia menyebut area ND6 dan ND7 di Ambalat adalah milik Malaysia.
Ambalat sendiri merupakan blok laut di Laut Sulawesi, hanya beberapa kilometer dari lepas pantai Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur. Secara geografis, Ambalat terletak di perbatasan Indonesia dan Malaysia, sehingga masing-masing mengklaimnya sebagai wilayahnya.
Malaysia mengklaim wilayah tersebut berdasarkan peta unilateralnya tahun 1979, yang memasukkan Blok Ambalat ke dalam zona ekonomi eksklusif Malaysia.

