Surabaya, portal nasional – Sikap responsif yang dilakukan Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya atas penyimpangan anggaran beasiswa Pemuda Tangguh melalui program Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Eri menyampaikan, program tersebut ternyata dinikmati oleh kalangan anak pejabat, sehingga program tersebut dinilai tidak tepat sasaran, yang seharusnya penerima dana UKT dari kalangan kurang mampu.
“Bayangkan sekarang,” kata Eri. “Ada yang Rp 7 juta, Rp 10 juta, ada yang pendapatan orangtuanya Rp 28 juta per bulan, mantan pejabat juga ada,” tambahnya. “Ini yang harus saya bongkar,” ungkapnya.
“Tidak menyebutkan ya, ada anak pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ada pejabat di Surabaya, maksudnya Surabaya itu ada banyak kan, ada Pemkot ada Provinsi,” jelasnya.
Namun sayangnya, Eri tidak berkenan menyebutkan siapa saja anak pejabat yang mrnikmati program dana UKT tersebut.

