Cucu Bung Hatta : Pelihara Ingatan Dan Janji Konstitusi

Jakarta, portal nasional – Cucu Wakil Presiden Pertama RI, Gustika Jusuf-Hatta, menjadi sorotan publik terkait kritiknya terhadap pemerintah saat menghadiri acara peringatan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Gustika mengungkapkan bahwa di hari kemerdekaan tahun ini, rasa syukurnya bercampur dengan keprihatinan atas luka HAM yang belum tertutup.

Jujur tidak sampai hati merayakan hari kemerdekaan Indonesia ke-80 tanpa rasa iba dengan peristiwa demi peristiwa yang mengkhianati nilai kemanusiaan yang datang bertubi-tubi seperti kekerasan aparat yang baru saja mengorbankan jiwa di kabupaten pati

Sikap “kabung” (sedih) Gustika ia simbolkan dengan mengenakan kebaya hitam yang dipadukan dengan batik Slobok.

Kain Slobok dalam tradisi Jawa kerap dikenakan saat prosesi pemakaman sebagai simbol pelepasan dan doa bagi orang yang sudah meninggal.

Meski penuh kritik, Cucu Bung Hatta menegaskan bahwa sikap “kabung” yang ia simbolkan dengan kain slobok bukanlah tanda keputusasaan, melainkan cara untuk tetap jujur menatap sejarah.

Berkabung adalah jeda untuk memelihara ingatan dan menagih hak rakyat serta janji-janji konstitusi.