Surabaya, portal nasional – Inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih adalah langkah luar biasa dalam mengembalikan semangat ekonomi kerakyatan berbasis Pasal 33 UUD 1945.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai arah sistem ekonomi Indonesia setelah Reformasi 1998 terlalu liberal. Banyak perusahaan besar kini bebas berekspansi hingga ke pelosok desa, yang membuat usaha kecil rakyat kian terpinggirkan.
Menurutnya, ini berbeda jauh dengan era pemerintahan Presiden Soeharto, di mana perusahaan besar dilarang masuk hingga tingkat kecamatan dan desa, demi melindungi petani dan pelaku usaha kecil.
Zulkifli Hasan mengkritisi bagaimana perusahaan besar kini bisa menguasai seluruh rantai pasok dari lahan hingga industri tanpa batasan.
“Kita harus melakukan sesuatu agar Indonesia itu seperti yang kita cita-citakan. Apa itu? Ekonomi Pancasila, gotong royong, kekeluargaan, kebersamaan,” kata Zulkifli Hasan.
Hal tersebut disampaikan saat Menko Zulkifli Hasan meresmikan Koperasi Merah Putih yang berada di Kelurahan Jambangan hari ini dalam langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih di 153 kelurahan.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa koperasi di Kota Pahlawan akan fokus pada konsumen yang melayani berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan dasar hingga logistik pariwisata.
“Kami di Kota Surabaya fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti LPG dan beras. Selain itu, kami juga bergerak di bidang logistik pariwisata seperti hotel dengan menyediakan sliper, laundry dan lainnya,” jelas Eri.

